“Menurut saya, saat ini tidak hanya pemimpin dituntut untuk berpikir dan bertindak secara wirausaha, tetapi juga karyawan. Gaya kepemimpinan kewirausahaan diharapkan mampu mendorong sikap dan perilaku wirausaha pada karyawan”, tutur Munadi Herlambang.

Namun, belum banyak penelitian yang dilakukan tentang bagaimana pemimpin wirausaha mendorong karyawan untuk memiliki kewirausahaan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi hubungan ini. Kemampuan untuk menjalin ikatan dengan karyawan, yang sangat penting untuk mendorong dan memotivasi mereka, adalah kecerdasan sosial. Namun, penelitian telah mengabaikan pentingnya kecerdasan sosial bagi para pemimpin wirausaha.

“Oleh karena itu, diperlukan sebuah penelitian mengeksplorasi pentingnya kecerdasan sosial bagi para pemimpin wirausaha dengan perhatian khusus pada dorongan sikap dan perilaku wirausaha pada karyawan. Saat ini, tidak hanya pemimpin tetapi juga karyawan perlu berpikir dan bertindak secara wirausaha untuk menghadapi lingkungan yang semakin bergolak, cepat berubah dan kompetitif”, imbuh Munadi Herlambang. Hal ini merupakan gaya kepemimpinan baru dari para pemimpin dan cara berpikir dan bertindak dari karyawan suatu organisasi (Fernald, Solomon & Tarabishy, ​​2005).

Paradigma baru gaya kepemimpinan, yaitu kepemimpinan kewirausahaan, telah mendapat banyak perhatian di banyak organisasi. Gaya kepemimpinan kewirausahaan ini, yang berisi karakteristik pengusaha dan pemimpin, mendapatkan perhatian dari perusahaan baru dan perusahaan yang sudah mapan (Wang & Ahmed, 2012).